Mepeed (atau mapeed) adalah tradisi unik masyarakat Hindu di Bali berupa parade berjalan beriringan oleh perempuan mengenakan pakaian adat, menjunjung gebogan (rangkaian buah/makanan) menuju Pura. Tradisi ini merupakan simbol syukur kepada Tuhan, kebersamaan, dan sering dilakukan saat Pujawali/upacara besar di Pura Kahyangan Tiga. Ciri Khas dan Makna Tradisi Mepeed:
- Parade Perempuan: Didominasi oleh wanita yang berjalan beriringan dengan rapi, melambangkan keanggunan dan harmoni.
- Gebogan (Sesajen): Peserta membawa gebogan, yaitu susunan buah-buahan, jajanan, dan bunga yang dihias janur di atas dulang (nampan).
- Pakaian Adat: Peserta mengenakan pakaian adat Bali yang seragam (biasanya kebaya putih atau kuning), melambangkan kesucian.
- Tujuan: Sebagai wujud syukur dan persembahan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta sering diyakini sebagai peneduh jagat (penyelamat alam semesta secara niskala).
- Lokasi: Sangat kental di beberapa daerah di Bali, seperti Sukawati (Gianyar) dan Mengwi (Badung).
- Mepeed tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan pelestarian budaya yang diwariskan turun-temurun .
Copyright 2025 Book Lounge PIB College. All rights reserved.