Text
Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Lokal dengan wisatawan asing di desa wisata Bongan Kabupaten Tabanan
Desa Wisata Bongan merupakan desa wisata baru di Kabupaten Tabanan. Kunjungan wisatawan asing ke Desa Wisata Bongan menimbulkan adaptasi pada masyarakat lokal pada bentuk komunikasi dan bahasa yang digunakan saat berinteraksi dengan wisatawan asing. Interaksi antara masyarakat lokal dengan wisatawan asing menumbuhkan aktivitas pertukaran budaya melalui komunikasi lintas budaya antara masyarakat lokal dengan wisatawan asing. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fenomena komunikasi dan komunikasi lintas budaya yang terjadi antara masyarakat lokal dengan wisatawan asing di Desa Wisata Bongan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengambil data melalui proses observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Communication Accommodation dan teori 5W’s Communication Model by Lasswell. Hasil penelitian ini adalah terdapat adaptasi bahasa dan bentuk komunikasi antara masyarakat lokal dan wisatawan asing dalam mengakomodir informasi. Adaptasi masyarakat lokal terdapat pada penggunaan bahasa sehari-hari yang berawal menggunakan bahasa daerah/Bali menjadi menambahkan bahasa Inggris untuk berkomunikasi khususnya saat berkomunikasi dengan wisatawan asing. Selain itu adaptasi bahasa juga terjadi pada wisatawan asing. Wisatawan asing turut belajar bahasa Indonesia bahkan bahasa Bali/daerah yang digunakan oleh masyarakat lokal. Sehingga ditemukan bahwa wisatawan asing turut mengakomodir kegiatan komunikasi. Kendala atau hambatan yang dialami oleh masyarakat lokal dan wisatawan asing dalam berkomunikasi kurangnya kemampuan berbahasa Inggris sebagai bahasa perantara utama antara masyarakat lokal dengan wisatawan asing.