Text
Penguatan Multiplier Effect Melalui Keterlibatan Masyarakat Lokal Pada Acara Budaya di Bali: Studi Kasus Festival Jatiluwih dan Dampak Ekonominya
Penelitian ini dilatar belakangi oleh peran strategis sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui efek pengganda (multiplier effect). Festival Jatiluwih, yang diselenggarakan sejak 2017 di Bali, berfungsi sebagai wahana promosi desa wisata dan penguatan ekonomi berbasis budaya. Namun, pelaksanaan festival budaya sering menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, pengetahuan, dan pendanaan, yang dapat menghambat optimalisasi dampak ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keterlibatan masyarakat lokal dapat memperkuat multiplier effect ekonomi festival, serta mengeksplorasi peran pemerintah dan sektor swasta dalam mendukung penguatan dampak tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterlibatan masyarakat lokal dalam Festival Jatiluwih terhadap penguatan multiplier effect ekonomi lokal, serta mengeksplorasi kontribusi pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung penguatan multiplier effect tersebut melalui peningkatan keterlibatan masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method yang mengintegrasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap pengunjung dan masyarakat lokal dengan total 100 responden untuk mengukur dampak ekonomi, pola pengeluaran, serta persepsi terhadap multiplier effect, yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS serta perhitungan Local Purchase Share (LPS). Sementara itu, pendekatan kualitatif dilaksanakan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, komite festival, dan pelaku UMKM, serta observasi partisipatif guna memahami konteks sosial-budaya dan mekanisme keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan festival. Penelitian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dengan studi literatur dan perumusan kerangka konseptual. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data primer melalui survei dan wawancara, serta pengumpulan data sekunder dari berbagai sumber pendukung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil analisis divalidasi bersama para pemangku kepentingan guna memastikan relevansi dan akurasi temuan, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan dan publikasi ilmiah.