Text
Transisi Berkelanjutan dalam Pariwisata Bali: Trend Tematik dan Kesenjangan Tata Kelola
Penelitian ini mengeksplorasi dinamika pariwisata berkelanjutan di Bali selama periode 2022–2026, yang merupakan masa krusial bagi pemulihan pascapandemi sekaligus terjadinya pergeseran paradigma pembangunan pariwisata. Dengan menggunakan pendekatan analisis tematik kualitatif, penelitian ini mengkaji 30 artikel jurnal yang telah melalui proses peerreview dan dipublikasikan antara tahun 2022 hingga 2026. Artikel-artikel tersebut diidentifikasi melalui penelusuran sistematis pada basis data Google Scholar menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan pariwisata berkelanjutan di Bali, kemudian diseleksi berdasarkan relevansinya terhadap praktik keberlanjutan, tata kelola, pengelolaan lingkungan, dan pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya transisi yang signifikan menuju model pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) dan pariwisata spiritual, yang didorong oleh nilai-nilai kearifan lokal seperti Tri Hita Karana. Namun demikian, analisis juga mengidentifikasi adanya kesenjangan kelembagaan (institutional gap) yang masih berlanjut akibat fragmentasi regulasi antara pemerintah dan kepemimpinan desa adat (Desa Adat). Selain itu, meskipun krisis ekologis telah mempercepat penerapan strategi dekarbonisasi dalam sektor pariwisata, integrasi teknologi digital masih menjadi pedang bermata dua karena berpotensi mendorong komodifikasi budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap literatur pariwisata berkelanjutan melalui penyajian sintesis tematik atas penelitian-penelitian terkini serta menegaskan pentingnya koordinasi tata kelola, pengelolaan lingkungan yang efektif, dan inovasi digital yang sensitif terhadap nilai-nilai budaya sebagai fondasi dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali.